Primbon Jawa Tanggal Lahir dan Cara Menghitung Weton Kelahiran
Weton lahir dihitung dari gabungan hari dan pasaran pada tanggal kelahiran, bukan dari tanggal Masehinya sendiri. Untuk tahu weton seseorang, tanggal lahir itu perlu dicocokkan dulu ke kalender Jawa, karena pasaran punya siklus lima hari yang berjalan sendiri, terlepas dari tanggal 1 sampai 31 yang biasa kita pakai. Begitu hari dan pasarannya ketemu, baru bisa dihitung neptunya, dan dari situ primbon Jawa membaca kecenderungan watak yang diwariskan secara tradisi.
Cara menentukan weton dari tanggal lahir Masehi
Weton adalah gabungan dua siklus: hari dalam seminggu (Minggu sampai Sabtu) dan pasaran dalam siklus lima hari (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Kedua siklus ini berjalan terus tanpa putus, sehingga kombinasinya baru berulang setelah 35 hari.
Karena pasaran tidak mengikuti tanggal Masehi, satu-satunya cara memastikan pasaran dari tanggal tertentu adalah mencocokkannya ke kalender Jawa, baik yang cetak maupun aplikasi kalender Jawa di ponsel. Ini berguna terutama bagi yang tidak hafal urutan pasaran atau lahir jauh sebelum aplikasi semacam itu ada.
Contohnya begini: seseorang tahu dirinya lahir hari Rabu. Setelah tanggal lahirnya dicek di kalender Jawa, ternyata jatuh di pasaran Kliwon. Maka wetonnya adalah Rabu Kliwon, dan dari nama itulah nanti neptu dan tafsirnya dihitung.
Neptu hari dan neptu pasaran, dasar hitungan watak
Setelah tahu weton, langkah berikutnya menjumlahkan neptu hari dengan neptu pasaran. Dalam tradisi Jawa, tiap hari dan tiap pasaran punya nilai angka sendiri.
Rumusnya sederhana: neptu hari ditambah neptu pasaran sama dengan total neptu weton. Untuk weton Rabu Kliwon dari contoh di atas, neptu Rabu adalah 7 dan neptu Kliwon adalah 8, sehingga totalnya 15. Angka 15 inilah yang dipakai primbon sebagai dasar membaca watak, dan juga dasar hitungan lain seperti kecocokan jodoh.
Apa yang secara tradisi dikaitkan dengan tiap weton
Dalam primbon Jawa, tiap kombinasi hari dan pasaran punya gambaran watak yang diwariskan turun-temurun. Sebagian sumber mengaitkan total neptu tertentu dengan kecenderungan sifat tertentu, misalnya soal ketegasan, kehati-hatian, atau cara seseorang menghadapi orang lain.
Perlu digarisbawahi, ini kecenderungan umum yang disebut tradisi, bukan penilaian pasti tentang siapa pun yang membacanya. Gambaran watak untuk Rabu Kliwon, misalnya, ditulis sebagai pola yang dipercaya berlaku secara umum pada weton itu, bukan kepastian tentang satu orang tertentu.
Wajar bila sebagian orang merasa sebagian tafsir itu cocok dengan dirinya, dan sebagian lagi tidak. Watak seseorang juga dibentuk oleh pengasuhan, lingkungan, dan pengalaman hidup, jadi weton bukan satu-satunya yang membentuk siapa dia.
Kenapa tafsir watak weton bisa berbeda antar sumber
Primbon bukan satu naskah tunggal dengan isi yang sama di mana-mana. Ada banyak versi tulisan dan salinan yang berkembang di berbagai daerah Jawa, masing-masing dengan penekanan yang sedikit berbeda.
Penafsir dan buku primbon yang berbeda bisa memberi bobot watak yang berbeda untuk weton yang sama. Satu sumber mungkin menonjolkan sisi kepemimpinan pada suatu weton, sumber lain menonjolkan sisi kepekaannya, padahal wetonnya sama persis.
Tradisi lisan yang diturunkan dari sesepuh di keluarga atau kampung sering menambah variasi lagi, di luar yang tertulis di buku. Karena itu, membandingkan tafsir dari beberapa sumber sekaligus lebih jujur daripada berpegang pada satu sumber saja.
Weton juga dipakai untuk hal lain, bukan cuma watak
Selain untuk membaca watak, weton dalam tradisi Jawa juga dipakai untuk hitungan kecocokan jodoh dan pemilihan hari yang dianggap baik, misalnya untuk pernikahan atau pindah rumah. Perhitungan untuk keperluan-keperluan itu punya cara dan tafsirnya sendiri, berbeda dari sekadar membaca watak dari total neptu.
Bagian itu sengaja tidak dibahas detail di sini, karena masing-masing punya langkah hitung dan pertimbangan tersendiri yang lebih pas dijelaskan terpisah.
Pertanyaan yang sering muncul soal primbon dan weton
Apa beda weton dan neptu?
Weton adalah nama gabungan hari dan pasaran, misalnya Rabu Kliwon. Neptu adalah nilai angka dari gabungan itu, yang didapat dari menjumlahkan neptu hari dan neptu pasaran.
Apakah tafsir watak weton pasti benar untuk semua orang?
Tidak ada yang bisa memastikan itu. Tafsir watak weton adalah warisan tradisi yang bisa cocok pada sebagian orang, dan tafsirnya sendiri berbeda-beda antar buku primbon dan antar daerah.
Bagaimana kalau seseorang tidak tahu jam lahirnya?
Tidak masalah. Weton dihitung dari tanggal lahir, bukan dari jam lahir, jadi jam lahir tidak diperlukan untuk mengetahui weton maupun neptunya.
