Primbon jawa lengkap mendirikan rumah biasanya menghitung hari dan pasaran yang akan dipakai untuk mulai membangun. Langkah yang paling sering keliru adalah langsung memilih hari tanpa menjumlah neptu hari dan pasaran lebih dulu. Dalam primbon Jawa, jumlah neptu inilah yang menjadi dasar petungan, lalu hasilnya dibagi menurut versi sumber yang dipakai untuk membaca sisanya.
Cara Menghitung Menurut Primbon Jawa
Komponen yang paling umum adalah neptu hari, misalnya Senin sampai Minggu, dan neptu pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Dalam sebagian sumber primbon, ada tambahan neptu arah mata angin atau neptu pemilik rumah, tetapi cara ini tidak dipakai semua orang.
Caranya sederhana. Jumlahkan neptu hari dan neptu pasaran pada tanggal rencana. Contohnya, hari dengan neptu 4 ditambah pasaran dengan neptu 8 menghasilkan jumlah 12. Jumlah itu lalu dibagi dengan angka pembagi menurut sumber yang dirujuk. Menurut tafsir tradisional, sisa pembagiannya yang dibaca, bukan angka besarnya. Tafsirnya dapat berbeda menurut sumber atau daerah, jadi pastikan memakai satu sumber dari awal sampai akhir.
Makna Hasil Menurut Tradisi
Dalam primbon Jawa, setiap sisa hitungan dikaitkan dengan tafsir tertentu tentang ketenteraman rumah. Sebagian tradisi Jawa memaknai sisa tertentu sebagai baik untuk rezeki, sebagian lain menekankan kerukunan atau ketahanan bangunan. Nama istilahnya pun bisa berbeda antar daerah.
| Sisa hitungan | Tafsir tradisional | Catatan |
|---|---|---|
| Sisa kecil | Menurut tafsir tradisional sering dikaitkan dengan awal yang ringan | Istilah berbeda antar sumber |
| Sisa tengah | Dalam sebagian sumber primbon dimaknai perlu kehati-hatian | Perlu dimusyawarahkan lagi |
| Sisa akhir | Sebagian tradisi Jawa memaknai sebagai mapan dan tenang | Tidak dibaca sebagai kepastian |
Hasil petungan dibaca sebagai tradisi, bukan kepastian nasib. Kalau dua sumber memberi tafsir berbeda untuk sisa yang sama, hal itu wajar dalam tradisi lisan Jawa.
Pertimbangan di Luar Petungan
Dana siap, status tanah jelas, gambar struktur kuat, tukang dapat dipercaya, izin beres, dan musim mendukung jauh lebih menentukan daripada tanggal mulai. Cara yang tenang adalah memakai petungan sebagai bahan musyawarah keluarga. Pilih dua atau tiga hari yang secara praktis siap, lalu gunakan hitungan untuk memilih salah satunya tanpa menunda pekerjaan penting.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah harus memakai weton pemilik rumah?
Tidak selalu. Dalam sebagian sumber primbon dipakai, dalam sumber lain cukup hari dan pasaran rencana mulai membangun. Ikuti versi yang dipakai keluarga agar tidak campur metode.
Bagaimana jika hasil hitungan dianggap kurang baik?
Menurut tafsir tradisional, pembaca bisa memeriksa sumber lain karena tafsirnya dapat berbeda menurut sumber atau daerah. Musyawarahkan juga kesiapan biaya dan tukang sebelum menggeser tanggal.
Apakah petungan mendirikan rumah sama dengan pindah rumah?
Berbeda. Mendirikan rumah berkaitan dengan awal membangun, sedangkan pindah rumah berkaitan dengan hari menempati. Dalam primbon Jawa, keduanya memakai petungan hari baik tetapi konteksnya tidak sama.